Sun. Nov 1st, 2020

Lebah Terbesar Didunia Ada di Indonesia, Sayangnya Tidak Dilindungi

Spesies lebah terbesar di dunia rupanya ditemukan di Indonesia, seperti inilah bentuknya!

Dalam usaha pencarian spesies lebah langka, tim peneliti telah menemukan kembali spesies lebah raksasa yang sebelumnya tidak pernah terlihat dalam lebih dari tiga dekade, membuat beberapa orang bertanya-tanya apakah serangga itu sempat punah dalam beberapa tahun terakhir.

Bulan lalu, tim ilmuwan dan tim konservasi internasional melakukan ekspedisi di pulau Maluku Utara untuk menemukan lebah raksasa Wallace (Megachile pluto), yang merupakan lebah terbesar di dunia dengan lebar sayap lebih dari 6 sentimeter (2,5 inci). Tidak berhenti sampai disitu, tim juga berhasil menemukan lebah betina raksasa Wallace yang hidup didalam sarang diatas pohon setinggi 2,5 meter dari tanah.

“Sungguh menakjubkan melihat ‘bulldog terbang’ yang kami tidak yakin ada lagi,” kata fotografer konservasi Clay Bolt dalam sebuah pernyataan. Bolt mengambil foto pertama lebah. Bersama-sama, ia dan ahli entomologi Eli Wyman telah menghabiskan beberapa tahun meneliti lingkungan ideal tempat lebah-lebah ini akan ditemukan jika mereka masih ada di alam liar.

“Melihat betapa indah dan besarnya spesies ini dalam kehidupan nyata, mendengar suara lebah raksasa yang menggelegar saat terbang melewati kepalaku, sungguh luar biasa. Impian saya adalah sekarang menggunakan penemuan serangga ini untuk mengangkat lebah ini menjadi simbol konservasi di bagian Indonesia ini. ”

Serangga seukuran ibujari ini diberi nama dari Alfred Russell Wallace, seorang peneliti yang berkontribusi pada teori evolusi melalui seleksi alam dan yang pertama kali menemukan lebah raksasa ini lebih dari seabad yang lalu, ia menggambarkannya sebagai “serangga besar seperti tawon hitam, dengan ukuran yang sangat besar serta rahangnya seperti kumbang rusa jantan.” Lebah itu tidak terlihat lagi sampai tahun 1981.

Tim mengatakan penemuan mereka memberikan harapan bahwa hutan dunia mungkin mengandung lebih banyak spesimen dari spesies langka ini dan bahwa spesies lain yang hilang karena sains mungkin berada di kantong-kantong terpencil di seluruh dunia.

“Di tengah penurunan populasi serangga secara global, saya sangat senang untuk menemukan bahwa spesies ikonik ini masih bertahan,” kata anggota tim Simon Robson.

Penebangan hutan di Indonesia dapat mengancam habitat lebah raksasa. Menurut Global Forest Watch, 15 persen hutan Indonesia telah hilang dari pertanian antara tahun 2001 dan 2017.

Memang, serangga di seluruh dunia mungkin berada di ambang “kepunahan akibat bencana”. Menurut sebuah analisis yang diterbitkan dalam Konservasi Biologis awal bulan ini, hingga 40 persen dari spesies serangga dunia mungkin menghadapi kepunahan dalam beberapa dekade mendatang, punahnya serangga akan mengubah ekosistem planet dan berdampak pada hewan – dan orang-orang – yang bergantung pada mereka.

Referensi :
World’s Largest Bee Once Thought Extinct Was Just Discovered In Indonesia. (2019, February 21). Retrieved from www.iflscience.com/plants-and-animals/worlds-largest-bee-once-thought-extinct-was-just-discovered-in-indonesia/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *