Sun. Aug 9th, 2020

3 Fakta Mengeringnya Laut Tiberias, Mimpi Buruk Israel! Munculnya Dajjal?

Gambar 1: Kondisi Laut Tiberias tahun 2011 dan 2014 (Sumber: coloradocollege.edu)

Laut Tiberias Atau Sungai Tiberias yang juga disebut dengan Danau Galilea dalam bahasa Ibrani, Danau Genesaret, Danau Kineret atau Danau Tiberias merupakan situs penting dan juga suci bagi 3 agama abrahamik di dunia.

Dalam beberapa literatur keagamaan, Laut Tiberias dikaitkan dengan pertanda akhir akhir zaman, saat di mana munculnya Dajjal menjelang kiamat jika Laut Tiberias mengering. Saat ini, Laut Tiberias telah mengalami hal tersebut. Pertanda munculnya Dajjal?

Namun secara ilmiah, Laut Tiberias memiliki arti penting lainnya terlepas dari statusnya dalam 3 agama abrahamik. Berikut 3 fakta mengenai keringnya Laut Tiberias dari sudut pandang ilmiah, seperti dilansir laman dailymail.co.uk.

1. Terendah Dalam 100 Tahun

Gambar 2: Laut Tiberias sebelum kering (Sumber: guide-israel.ru)

Dalam seratus tahun terakhir, sebenarnya Laut Tiberias seringkali mengalami pasang surut sehingga otoritas setempat membuat bendungan untuk mengendalikan debit air yang mengalir di Laut Tiberias.

Namun, surutnya Laut Tiberias saat ini adalah yang terendah dalam 100 tahun terakhir dan diluar batas kewajaran yang dapat ditolerir. Kondisi tersebut 20 cm di bawah apa yang para ahli menyebutnya “Red Line” atau garis merah.

2. Kekurangan Hujan 5 Tahun Berturut-Turut

Gambar 3. Laut Tiberias dilihat dari satelit (Sumber: www.keyway.ca)

Kekeringan regional telah melanda kawasan timur timur selama 5 tahun terakhir dan yang paling parah adalah daerah Laut Tiberias yang selama 5 tahun berturut-turut kekurangan curah hujan.

Terakhir di tahun 2017, hujan yang terjadi di kawasan Laut Tiberias hanya membuat Laut Tiberias digenangi air setinggi 2 cm saja. Kondisi tersebut membuat daerah sekitar Laut Tiberias ikut mengalami kondisi buruk, termasuk pertanian, lingkungan hingga kehidupan binatang di daerah terdekat.

3. Israel Kehilangan Pasokan Air Minum

Gambar 4: Teknologi pengolahan air laut menjadi air minum (Sumber: evaradi.com)

Kawasan Laut Tiberias mencakup sekitar 160 km persegi dan terletak 200 meter di bawah permukaan laut, daerah yang sangat luas yang keberadaanya sangat penting bagi kawasan Timur Tengah. Dan yang paling memiliki kepentingan terhadap Laut Tiberias adalah Israel.

Untuk diketahui, hampir seluruh kawasan Israel memenuhi kebutuhan air minumnya dengan instalasi bawah tanah pengolahan air yang mengubah air laut menjadi air minum atau yang disebut desalinisasi, instalasi untuk menghilangkan kadar garam dalam air laut sehingga dapat dikonsumsi.

Amir Givati, otoritas air Israel mengatakan bahwa seluruh kawasan Israel Utara mendapatkan pasokan air minum dari Laut Tiberias. Semenjak Laut Tiberias mengering, praktis pasokan itu terhenti sehingga membuat Israel harus berpikir keras untuk mengatasi masalah itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *