Tue. Nov 24th, 2020

Penemuan Lukisan Erotis Ratu Leda Berhubungan Badan Dengan Angsa di Reruntuhan Pompeii

Lukisan yang ditemukan menggambarkan Ratu Sparta Leda dan Angsa (Sumber: theguardian.com)

Belum lama ini, para arkeolog telah menemukan lukisan di reruntuhan kamar kuno Pompeii yang menggambarkan pemandangan sensual dewa Romawi Jupiter, yang menyamar sebagai angsa, dan ratu Sparta yang legendaris dari mitologi Yunani.

Mengutip laman theguardian.com, sosok Leda yang dihamili oleh dewa dalam bentuk angsa adalah tema dekorasi rumah yang cukup umum di Pompeii dan Herculaneum, kota lain yang dihancurkan pada tahun 79 Sebelum Masehi (SM) oleh letusan gunung berapi Gunung Vesuvius di dekat Napoli.

Tanah Pompeii yang luas dan sebagian digali adalah salah satu tempat wisata top Italia.

Beberapa arkeolog menemukan lukisan tersebut di reruntuhan kota kuno Pompeii, Italia (Sumber: nationalgeographic.com)

Direktur Reruntuhan Kuno Pompeii, Massimo Osanna, memuji lukisan dinding ini sebagai sesuatu yang luar biasa karena diwarnai dengan teknik yang membuat Ratu Leda terlihat seperti melihat siapa pun yang melihat lukisan itu ketika memasuki kamar.

Lukisan bergaya fresco itu termasuk penggambaran Leda yang melindungi angsa dengan jubahnya saat burung itu duduk di pangkuannya. Pada suatu malam, Leda berhubungan dengan angsa tersebut yang sebenarnya merupakan jelmaan dewa Zeus dalam perspektif Romawi. Di malam yang sama Leda juga berhubungan dengan suaminya sendiri.

Penggalian reruntuhan dilakukan oleh para arkeolog (Sumber: nationalgeographic.com.es)

Kamar tidur itu terletak di dekat sebuah koridor dekat pintu masuk sebuah domus kelas atas, atau rumah, di mana lukisan dinding indah lain ditemukan sebelumnya.

Leda adalah tokoh penting dalam mitologi Yunani. Dia dikatakan telah melahirkan anak-anak dari Zeus atau Yupiter versi Yunani, dan oleh raja fana Sparta. Menurut mitos, anak-anaknya termasuk Helen of Troy yang cantik dan si kembar Castor dan Pollux.

Osanna mengatakan satu hipotesis adalah bahwa pemilik rumah reruntuhan itu di zaman dulu adalah pedagang kaya yang ingin memberi kesan bahwa ia secara budaya maju dengan memasukkan lukisan dinding yang diilhami mitos. Tampaknya artis itu terinspirasi oleh patung abad keempat sebelum masehi oleh Timotheos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *