Thu. Oct 29th, 2020

Inilah Pohon Paling Mematikan di Dunia Versi Guinness World Records

Pohon Manchineel (Foto: Pinterest.com)

Namanya adalah pohon manchineel atau nama latinya Hippomane mancinella. Pohon ini juga sering disebut sebagai “apel pantai” atau “racun jambu biji”, dalam bahasa Spanyol pohon ini namanya arbol de la muerte, yang secara harfiah berarti “pohon kematian”. Karena sangat mematikan, pohon ini bahkan dinobatkan sebagai pohon paling berbahaya di dunia versi Guinness World Records.

Melansir laman www.sciencealert.com, dijelaskan bahwa pohon ini termasuk dalam genus Euphorbia yang besar dan beragam. Pohon ini berasal dari bagian tropis Amerika Utara bagian selatan, Amerika Tengah, Karibia, dan bagian dari Amerika Selatan bagian utara.

Papan Larangan Mendekati Pohon Manchineel (Foto: Pinterest.com)

Dijelaskan oleh Institut Ilmu Pangan dan Pertanian Florida, semua bagian manchineel sangat beracun, dan interaksi dengan dan menelan bagian mana pun dari pohon ini mungkin mematikan. Sangking membahayakannya semua bagian pohon ini, bahkan berdiri di bawah pohon ini saat hujan pun akan menjadi pengalaman yang sangat tidak menyenangkan karena akan membuat kulit menjadi terbakar.

Hal itu dapat terjadi karena air hujan akan melarutkan getah pohon manchineel yang sangat beracun. Setiap bagian pohon manchineel mengeluarkan getah kental seperti susuh, dari daun bahkan buahnya yang jika bersentuhan dengan kulit akan menyebabkan lepuh parah.

Pohon Manchineel (Foto: www.liveinternet.ru)

Tidak hanya itu, bahkan ada laporan tentang kasus peradangan mata yang parah dan bahkan kebutaan yang disebabkan oleh asap kayu manchineel yang terbakar. Itu belum termasuk efek menghirup asapnya.

Mungkin kamu berpikir, mengapa pohon tersebut tidak ditebang saja? Masalahnya adalah pohon-pohon tersebut benar-benar memainkan peran yang berharga dalam ekosistem lokal sebagai semak besar, manchineel tumbuh menjadi semak belukar yang menjadi penahan angin yang sangat baik dan perlindungan terhadap erosi pantai di pantai Amerika Tengah.

Karena sifat-sifat yang mengerikan tersebut, di beberapa bagian pohon tersebut dicat dengan palang merah, lingkaran merah, atau bahkan dipasangkan dengan tanda peringatan eksplisit.

Penemuan Pohon Manchineel

Papan Larangan Mendekati Pohon Manchineel (Foto: Istimewa)

Diceritakan, pada tahun 1999, ahli radiologi Nicola Strickland pergi berlibur ke pulau Karibia Tobago, surga tropis lengkap dengan pantai-pantai sepi yang indah. Pada pagi pertama di sana, dia mencari kerang dan karang di pasir putih, tetapi liburan dengan cepat berubah menjadi lebih buruk.

Tersebar di antara kelapa dan mangga di pantai, Strickland dan temannya menemukan beberapa buah hijau berbau harum yang terlihat seperti kepiting kecil. Keduanya dengan bodoh memutuskan untuk memakan buah tersebut. Dan dalam beberapa saat rasa manis yang menyenangkan itu berubah menjadi rasa pedas, rasa terbakar, dan sesak di tenggorokan yang lambat laun menjadi sangat buruk, para wanitanya bahkan hampir tidak bisa menelan.

Namun, tukang kayu Karibia telah menggunakan kayu manchineel dalam furnitur selama berabad-abad, setelah memotongnya dengan hati-hati dan mengeringkannya di bawah sinar matahari untuk menetralkan getah beracun.

Buah Pohon Manchineel (Foto: Pinterest.co.uk)

Ella Davies kepada bbc.com mengatakan, ancaman kematian sesungguhnya berasal dari memakan buah bulat kecilnya. Menelan buah dapat berakibat fatal seperti muntah dan diare parah.

Untungnya, Strickland dan temannya masih hidup untuk menceritakan kisah itu, karena mereka hanya memakan sedikit buah tersebut. Pada tahun 2000, Strickland menerbitkan surat di The British Medical Journal, menjelaskan gejalanya secara rinci.

Butuh waktu lebih dari delapan jam agar rasa sakit tersebut perlahan mereda, karena mereka dengan hati-hati menyesap pina colada dan susu. Racun buah tersebut bahkan juga mengalir ke kelenjar getah bening di leher mereka, memberikan penderitaan lebih lanjut.

Strickland menuliskan pengalamannya, dan mengatakan bahwa menceritakan pengalaman mereka kepada penduduk setempat menimbulkan horor dan keraguan yang nyata, begitulah reputasi buah yang beracun. Menurutnya, ia menemukan pengalaman menakutkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *