Wed. Aug 12th, 2020

Hal Ini Dapat Memicu Perang Dunia 3?

Teknologi Hipersonik (Sumber: www.telegraph.co.uk)

Amerika Serikat dan Rusia terlibat kembali dalam ketegangan tinggi pasca perang dingin yang disudahi pada tahun 1991 silam. Saat ini, kedua negara adidaya tersebut terlibat dalam persaingan senjata berkecepatan tinggi, rudal hipersonik. Persaingan tersebut diperburuk dengan menyusulnya China dalam kepemilikan teknologi rudal berkecepatan cahaya tersebut.

Sejumlah peneliti sosial dan pengamat dunia mulai mengkhawatirkan hal ini, bahkan seperti dilansir dari eurekalert.org, lembaga riset dan analisis RAND Corporation yang berbasis di Amerika Serikat dengan terang-terangan menyatakan kekhawatiran tersebut, kemungkinan adanya gangguan keamanan dunia yang disebabkan oleh senjata itu.

“Peralihan ke era rudal hipersonik akan meningkatkan kemungkinan gangguan strategis keamanan dunia,” kata Richard Speier, penulis utama laporan tersebut yang juga ilmuwan politik di RAND Corporation.

Sebelumnya, Amerika Serikat menerbangkan rudal hipersonik dengan 5 kali kecepatan cahaya. Disusul oleh Rusia yang kemudian memiliki rudal hipersonik yang daya jelajahnya 8 kali kecepatan cahaya.

Pentagon menyebutkan, rudal yang tidak bisa ditangkal dengan anti rudal tercanggih saat ini tersebut, hanya akan membawa rudal konvesional. Namu, hal itu tidak menjadikan sejumlah ahli yakin, bahwa negara lain akan menggunakan teknologi tersebut untuk melakukan serangan nuklir, seperti dilansir oleh DailyMail.co.uk.

“Rudal hipersonik bisa sangat berbahaya karena kecepatan ekstrimnya. Akan sulit dihentikan,” kata J.R Smith, direktur Raytheon’s Advanced Land Warfare System, sebuah perusahaan pembuat rudal terbesar di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *