Fri. Oct 30th, 2020

Bekasam, Makanan Khas Palembang Yang Cepat Turunkan Kolesterol

Laporan sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Pertanika Tropical Agricultural Science baru-baru ini mengungkapkan bahwa Bekasam yang merupakan makanan khas dari Palembang, Sumatera Selatan ternyata mengandung senyawa yang secara efisien menghambat enzim yang terlibat dalam sintesis kolesterol.

Dilansir dari acnnewswire.com, peneliti dari Universitas Sriwijaya di Indonesia menguji efek berbagai peptida yang disaring dari Bekasam, pasta ikan fermentasi yang digunakan dalam makanan khas dari Palembang itu, pada enzim HMG-Coa redutase, mereka menemukan dua peptida yang menghambat enzim tersebut.

Enzim tersebut mengkatalisis konversi HMG-CoA menjadi asam mevalonic, sebuah langkah penting dalam sintesis kolesterol dalam tubuh.

Dalam penelitiannya, tim peneliti menyiapkan Bekasam dari ikan yang telah dihancurkan, dicuci dan diredam dalam kultur bakteri Lactobacillus Acidophilus selama 30 menit. Ikan itu kemudian dikeluarkan dari kultur, dicampur dengan garam dan nasi, kemudian difermentasi selama tujuh hari.

Ekstrak diambil dari Bekasam yang dihasilkan dengan mencampurkan dengan air suling, mensentrifugasinya dan kemudian menyaringnya menggunakan membran halus. Filtratnya kemudian dipisahkan menurut ukuran molekulernya.

Senyawa bioaktif yang dikenal sebagai Lovastatin, ditemukan dalam konsentrasi tinggi dalam ekstrak tersebut, yang dapat menghambat HMG-CoA reductase dalam percobaan yang dirancang untuk menguji aktivitas enzim. Selain itu juga terdapat peptida lain yang juga dapat menghambat enzim tersebut, bahkan dengan efisiensi yang tinggi.

Selama proses fermentasi, bakteri membantu memecah protein menjadi peptida dan asam amino. “Penggunaan Lactobacillus Acidophilus sebagai biakan awal dalam fermentasi Bekasam, meningkatkan senyawa bioaktif penghambat HMG-CoA reductase,” tulis para peneliti dalam penelian mereka.

“Selanjutnya, tim berencana mengembangkan sumplemen penurun kolesterol dari Bekasa,” kata Rinto dari program teknologi perkanan Universitas Sriwijaya, yang turut dalam penelitian ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *