Wed. Aug 12th, 2020

Pernah Ketindihan Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ilustrasi Sleep Paralysis (Foto: pinterest.com)

Sleep paralisys atau yang biasa disebut ketindihan oleh orang Indonesia, seringkali membuat orang cemas dan bahkan banyak pula yang mengaitkannya dengan hal-hal mistik seperti ditindih setan atau dicekik setan, sehingga kejadian itu kerap membuat banyak orang ketakutan.

Dalam sains, kondisi tersebut disebut dengan sleep paralisys atau kelumpuhan tidur. Dikutip dari sleepeducation.org, kondisi itu terjadi saat seseorang masuk ke dalam fase tidur yang paling dalam dan paling nyenyak sehingga membuat otak mensugesti tubuh untuk relaksasi. Sehingga otot-otot dilemaskan oleh alam bawah sadar kita.

Dalam kondisi otot yang lemas, tentu menjadi sangat sulit bagi kita untuk dapat menggerakannya secara mendadak, butuh kesadaran yang penuh. Hal inilah yang kemudian membuat orang yang sedang tidur kemudian merasa lumpuh mendadak, dan jika tidak disikapi dengan baik, malah membuat panik.

Akibatnya, beberapa diantaranya malah merasa tercekik karena kecemasan yang melanda, bahkan ada yang sampai berhalusinasi karena sikap paranoid atas kondisi tersebut. Tentu kondisi itu menjadi tidak pengalaman tidak menyenangkan saat tidur.

Perlu diketahui, mengapai sampai bisa terjadi ketindihan. Para ilmuwan mengungkapkan bahwa, fase tidur yang paling dalam bisa terjadi, saat keadaan tubuh seseorang yang sangat lelah, kondisi itulah yang kemudian memicu otak untuk mengistirahatkan tubuh dan merelaksasikannya saat tidur.

Umumnya, kondisi tersebut banyak dialami oleh mereka dengan usia diantara 20 hingga 30 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada mereka yang lebih tua. Namun demikian, ini sebenarnya buka kasus medis yang serius. Jadi, jika anda tiba-tiba mengalaminya, jangan panik, cobalahnya untuk membangkitkan kesadaran penuh anda dengan perlahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *