Fri. Nov 20th, 2020

Penyebab Corona, Kelelawar Tetap Diburu di Jawa Timur, Dinkes: Itu Protein Hewani

Kelelawar (Foto: headtopics.com)

Meskipun kelelawar diduga sebagai pembawa viru corona yang saat ini sedang mewabah di Cina dan telah menyebar hingga ke 30 negara dengan korban meninggal lebih dari 1.700 orang, namun ternyata di Indonesia khususnya di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, kelelawar tetap diburu dan dijadikan makanan.

Sudarno, salah seorang pencari kelelawar pemakan buah atau yang biasa disebut Codot” pemakan buah mengaku bahwa codot banyak yang pesan dan dijadikan makanan untuk obat asma.

Dalam semalamnya, Sudarno bisa mendapatkan 50 hingga 100 ekor codot. “Saya sudah 10 tahun menjadi pencari codot, kalau ada yang pesan saya carikan,” kata Sudarno kepada tempo.co.

Ia juga menjelaskan, untuk dijadikan obat asma, codot masaknya direbus saja, karena kalau ditambah bumbu tidak bisa menjadi obat.

Sementara itu terkait mewabahnya virus corona yang saat ini dikaitkan dengan kelelawar yang diduga sebagai pembawa virus tersebut, Sudarno sama sekali tidak khawatir. Karena menurutnya, codot yang dia cari adalah jenis pemakan buah sehingga aman dikonsumsi.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi hingga saat ini tidak melarang aktivitas pencarian codot tersebut, hanya saja Dinkes Ngawi mengimbau agar masaknya benar-benar matang.

“Kalau yang suka kelelawar, yang suka gak apa. Itu protein hewani. Tapi masaknya yang mateng, betul betul mateng, jangan mentah dimakan,” katanya Endah pratiwi, kabid p2p Dinkes Kabupaten Ngawi.

Selain itu, warga juga diminta untuk tetap menjaga kebersihan, hal sederhana seperti mencuci tangan setelah memegang daging kelelawar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *