Wed. Aug 12th, 2020

Mencari Dark Matter, Penyusun Setengah Alam Semesta

Ilustrasi Dark Matter (Foto: newatlas.com)

Materi gelap, yang tidak dapat diamati secara fisik dengan instrumen biasa, dianggap bertanggung jawab atas lebih dari setengah materi di Semesta, tetapi sifat-sifatnya masih misterius. Satu teori yang umum dipegang menyatakan bahwa ia ada sebagai ‘gumpalan’ partikel yang sangat ringan.

Ketika bumi melewati rumpun seperti itu, sifat-sifat dasar materi diubah dengan cara yang dapat dideteksi jika instrumen cukup sensitif.

Fisikawan Rees McNally dan Tanya Zelevinsky dari Universitas Columbia, New York, AS, sekarang telah menerbitkan sebuah jurnal di EPJ D yang mengusulkan dua metode baru untuk mencari gangguan seperti itu dan, dengan demikian, materi gelap. Makalah ini adalah bagian dari edisi khusus jurnal tentang teknologi kuantum untuk fisika gravitasi yang dapat diakses di laman www.springer.com.

Sampai sekarang, pencarian rumpun materi gelap telah mengandalkan fakta bahwa perubahan kecil dalam nilai-nilai konstanta fundamental akan mengubah jam atom, beberapa di antaranya mungkin cukup tepat untuk mengambil perbedaan ini.

Karya McNally dan Zelevinsky menambahkan metode yang melibatkan pengukuran ‘dorongan’ kecil atau akselerasi pada materi normal yang disebabkan oleh rumpun, menggunakan, pertama, sensor gravitasi dan, kedua, detektor gelombang gravitasi.

Sensor gravitasi sudah tersebar di seluruh dunia dalam jaringan IGETS, yang digunakan untuk penelitian geologi dan para ilmuwan di observatorium LIGO di Amerika Serikat sudah mencari gelombang gravitasi. Dengan demikian, McNally dan Zelevinsky dapat menambang data dari percobaan yang sedang berlangsung ini untuk bukti materi gelap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *