Wed. Nov 18th, 2020

NASA Mendeteksi Ledakan Besar Termonuklir Dari Luar Angkasa

Ilustrasi Ledakan Termonuklir (Foto: NASA.gov)

NASA baru-baru ini mendeteksi ledakan termonuklir besar yang datang dari luar angkasa. Sumbernya tampaknya adalah pulsar jauh, lapor badan antariksa Amerika Serikat itu. Pulsar tersebut merupakan sisa-sisa bintang bintang yang meledak dalam supernova tetapi terlalu kecil untuk membentuk lubang hitam.

NASA melihat ledakan itu karena mengirimkan sinar x-ray yang intens yang diambil dari NICER observatorium orbital agensi.
Secara keseluruhan, itu berfungsi sebagai pengingat yang kuat, ruang itu adalah tempat yang sangat berbahaya, penuh logam.

Ledakan Agustus dirilis dalam 20 detik jumlah energi yang sama yang dibutuhkan Matahari 10 hari untuk dilepaskan, menurut penelitian yang diterbitkan dalam The Astrophysical Journal Letters yang juga dapat diakses daring di laman iopscience.iop.org tersebut.

Ahli astrofisika NASA Peter Bult, yang memimpin penelitian, dalam pernyataan NASA di laman NASA.gov mengatakan ledakan itu luar biasa. Mereka melihat perubahan dua langkah dalam kecerahan, yang mereka pikir disebabkan oleh pelepasan lapisan yang terpisah dari permukaan pulsar, dan fitur-fitur lain yang akan membantu pemecahan kode fisika dari peristiwa yang kuat itu.

Para astronom berpendapat bahwa ledakan termonuklir disebabkan oleh helium yang tenggelam di bawah permukaan pulsar dan menyatu menjadi bola karbon.

Kepala NICER Zaven Arzoumanian mengatakan, helium meledak secara eksplosif dan melepaskan bola api termonuklir di seluruh permukaan pulsar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *