Wed. Oct 28th, 2020

Skill Gamer MOBA Berkaitan Dengan IQ

Ilustrasi Dota dan LoL (Foto: www.onlineesports.com)

Tahu game Dota 2 atau League of Legend? atau mungkin game Arena of Valor atau Vain Glory? Bagi sahabat uc media yang suka main game bergenre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena), pasti familiar dengan nama keempat game tersebut.

Untuk dua nama pertama, Dota 2 dan League of Legend adalah game genre MOBA populer di perangkat PC (Personal Computer), sementara Arena of Valor (AoV) atau Vain Glory adalah yang populer sebagai game mobile untuk genre MOBA.

Poinnya adalah main game atau gamer seringkali dikaitkan dengan kebodohan atau perilaku tidak baik, walau dalam beberapa tahun terakhir, telah ada sejumlah penelitian yang membuktikan secara ilmiah bahwa anggapan tersebut tidak benar dan bahkan video game bisa menjadi stimulus yang baik buat otak. Kali ini, kembali dilakukan penelitian, lebih spesifik penelitian difokuskan pada 2 genre game, yakni MOBA dan FPS (First Person Shooter). Seperti dilansir laman sciencedaily.com.

Penelitian dilakukan di Digital Creativity Labs (Laboratorium DC) di York, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa game bergenre strategi berkaitan dengan kecerdasan dan dapat menjadi tolak ukur IQ seseorang. Penemuan tersebut telah dipublikasikan di Jurnal PLOS One belum lama ini.

Peneliti menganalisis data dari empat game, dua game genre MOBA yakni DOTA 2 dan LoL, kemudian dua game FPS yakni Destiny dan Battlefield 3. Hasilnya, main game MOBA sangat berkaitan erat dengan IQ seseorang, dan hal itu tidak ditemukan pada kasus main game FPS.

Dalam penelitian itu, peneliti menemukan korelasi antara kemampuan dalam strategi permainan League of Legends dan Defense of the Ancients 2 (DOTA 2) dan IQ tinggi mirip dengan korelasi yang terlihat pada permainan strategi tradisional lainnya seperti catur.

“Penelitian sebelumnya telah menunjukan bahwa faktanya orang-orang yang pandai dalam permainan strategi seperti catur cenderung memiliki nilai IQ lebih tinggi, hal serupa juga terjadi pada permainan MOBA.” kata Athanasios Kokkinakis, mahasiswa doktoral dengan program penelitian EPSRC Center for Intelligent Games and Game Intelligence (IGGI) di York yang merupakan penulis utama penelitian.

Sementara, co-author Profesor Peter Cowling, Direktur Lab DC dan program IGGI di York, mengatakan: “Penelitian mutakhir ini memiliki potensi dampak yang besar terhadap masa depan permainan dan industri kreatif – dan game sebagai alat untuk penelitian di bidang kesehatan dan psikologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *