Sun. Nov 1st, 2020

Ilmuwan Menemukan Obat Panjang Umur Pada Lalat Buah

Lalat Buah (Foto:123rf.com)

Tim ilmuwan yang dipimpin oleh UCL dan Institut Max Planck for Biology of Ageing baru-baru menemukan obat dengan tiga kombinasi yaitu lithium, trametinib dan rapamycin yang dapat memperpanjang umur lalat buah hingga 48 persen.

Untuk diketahui, ketiga jenis obat itu sebenarnya saat ini sudah digunakan dalam dunia medis, lithium digunakan sebagia penstabil suasana hati, trametinib sebagai pengobatan kanker dan rapamycin sebagai pengatur sistem kekebalan tubuh. Namun, bukti bahwa kombinasi ketiga obat tersebut dapat memperpanjang umur lalat baru ditunjukan pada penelitian ini.

Temuan tersebut telah diterbitkan dalam Prosiding National Academy if Science (PNAS) dengan judul “A triple drug combination targeting components of the nutrient-sensing network maximizes longevity” yang juga dapat diakses secara daring di laman pnas.org.

“Ketika harapan hidup meningkat, kami juga melihat peningkatan penyakit yang berkaitan dengan usia sehingga ada kebutuhan mendesak untuk menemukan cara untuk meningkatkan kesehatan di usia tua,” kata wakil kepala penulis penelitian, Dr Jorge Castillo-Quan yang memulai penelitiannya di UCL meski kemudian pindah ke Harvard Medical School seperti dilansir laman sciencedaily.com.

Hasil penelitian tersebut, lanjutnya, telah menunjukan bahwa suatu kombinasi terapi obat suatu hari nanti dapat membantu mencegah penyakit yang berkaitan dengan usia pada manusia.

Pada penelitian tersebut, peneliti menemukan bahwa kombinasi ketiga obat tersebut dapat memperpanjang lalat buah didukung oleh bukti awal lainnya pada tikus, cacing dan sel serta pengamatan pada manusia.

Para peneliti lantas memberi lalat buah dosis lithium, trametinib dan rapamycin secara terpisah dan kombinasi. Diketahui, bahwa masing-masing obat memperpanjang umur lalat buah sebesar 11 persen, sementara jika menggunakan 2 kombinasi obat memperpanjang umur sekitar 30 persen dan jika ketiga obat dikombinasikan maka dapat memperpanjang umur lalat buat 48 persen lebih lama dari kelompok kontrol yang tidak diberi obat.

Menurut peneliti, obat tersebut bekerja pada jalur berbeda pada jaringan penginderaan nutrisi tubuh dan tampaknya obat-obatan tersebut dapat saling melengkapi untuk mengurangi efek samping. Seperti misalnya, Rapamycin memiliki efek pada metabolisme lemak, yang dapat mirip dengan resistensi insulin pada manusia, tetapi lithium tampaknya membatalkan efek ini ketika kedua obat diberikan bersamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *