Sun. Nov 1st, 2020

Ilustrasi Benua Bawah Tanah (Foto: tribunnews.com)

American Geophysical Union GeoSpace belum lama ini merinci temuan benua bawah tanah yang berada jauh di dalam perut bumi yang mungkin terbentuk ketika samudera magma purba membeku di permukaan planet bumi awal sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu.

Seperti yang dijelaskan oleh reporter Abigail Eisenstadt, para ilmuwan telah mengetahui tentang gumpalan batuan terkompresi yang panas ini sejak tahun 1970-an. Gempa bumi bergema melalui sisa mantel dengan kecepatan mantap.

Pola aktivitas seismik yang aneh ini membantu para ilmuwan menemukan benua di perbatasan mantel bumi dan inti luar yang meleleh, tetapi mereka masih tidak tahu kapan atau bagaimana struktur itu muncul. Beberapa ilmuwan berteori bahwa serpihan kerak planet itu dicelupkan ke mantel, terputus dan menggumpal seiring waktu, seperti dilansir dari laman Geospace, blogs.agu.org.

Sekarang, analisis baru batuan vulkanik melukiskan gambaran yang berbeda, benua bawah tanah mungkin setua Bumi itu sendiri, dan kemungkinan selamat dari dampak guncangan planet yang pertama kali membentuk Bulan, penulis penelitian melaporkan belum lama ini dalam jurnal Geochemistry, Geophysics, Geosystems yang bisa didapatkan secara daring di laman agupubs.onlinelibrary.wiley.com.

Rekan penulis studi Curtis Williams, ahli geologi di University of California, Davis, mengatakan sungguh menakjubkan bahwa daerah-daerah ini selamat dari sebagian besar sejarah vulkanik Bumi yang relatif tidak tersentuh.

Williams dan rekan-rekannya mengumpulkan data baru dan yang ada pada sampel geologi dari Hawaii, Islandia, Kepulauan Balleny di Antartika dan daerah lain di mana gelembung batu panas keluar dari inti planet sampai ke permukaan.

Sampel menembus kerak sebagai lava, dan mendingin menjadi batuan beku, menurut GeoSpace. Sampel yang lahir di interior planet ini membawa isotop kuno, atau versi atom, seperti helium-3, yang ditempa selama Big Bang. Tim kemudian mengidentifikasi sampel yang membawa isotop primordial, dan kemudian mencoba untuk menelusuri kembali jalur batuan ke permukaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *