Sat. Oct 31st, 2020

Hubungan Minum Soft Drink dan Kematian di 10 Negara Eropa

Soft Drink (Foto: shawarmakabob.com)

Penelitian baru yang dikoordinasikan oleh para peneliti dari Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) meneliti hubungan antara total, konsumsi minuman ringan atau soft drink yang dimaniskan dengan gula dan buatan serta kematian total dan penyebab spesifik lainnya.

Penelitian tersebut menggunakan data dari lebih 450.000 orang dalam kohort Investigasi Eropa terhadap Kanker dan Nutrisi (EPIC), dengan periode tindak lanjut rata-rata lebih dari 16 tahun.

Hasilnya, dibandingkan dengan peserta yang minum kurang dari satu gelas minuman ringan yang dimaniskan dengan gula atau buatan per bulan, peserta yang minum dua gelas atau lebih dari minuman ini per hari memiliki risiko lebih tinggi untuk semua penyebab kematian.

Selain itu, konsumsi dua gelas atau lebih minuman ringan manis buatan per hari ditemukan berhubungan positif dengan kematian akibat penyakit peredaran darah, dan konsumsi satu atau lebih gelas minuman ringan manis per hari ditemukan berhubungan positif dengan kematian akibat penyakit pencernaan.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) adalah bagian dari Organisasi Kesehatan Dunia. Misinya adalah untuk mengoordinasikan dan melakukan penelitian tentang penyebab kanker pada manusia dan mekanisme karsinogenesis, dan untuk mengembangkan strategi ilmiah untuk pengendalian kanker. Badan ini terlibat dalam penelitian epidemiologi dan laboratorium dan menyebarkan informasi ilmiah melalui publikasi, pertemuan, kursus, dan beasiswa.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan secara daring di Jama Internal Medicine yang bisa didapatkan di laman jamanetwork.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *