Mon. Aug 10th, 2020

Hasil Penelitian, Vape Merusak Kesuburan Wanita Muda

Ilustrasi Pengguna Vape (Foto: 123rf.com)

Hasil penelitian atau riset terbaru yang dilakukan pada tikus menemukan bahwa penggunaan rokok elektrik atau yang dikenal dengan vape, ternyata dapat merusak kesuburan dan kehamilan.

Dalam laporan penelitannya, dijelaskan bahwa banyak wanita muda dan hamil menggunakan vape sebagai alternatif yang lebih aman untuk merokok, tetapi sedikit yang diketahui tentang efek pada kesuburan dan hasil kehamilan.

Faktanya, rokok elektrik mendorong peningkatan penggunaan produk tembakau di kalangan kaum muda. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, jumlah siswa sekolah menengah yang menggunakan rokok elektrik meningkat dari 2,1 juta pada 2017 menjadi 3,6 juta pada 2018, selisih sekitar 1,5 juta remaja.

“Kami menemukan bahwa penggunaan rokok elektrik sebelum pembuahan secara signifikan menunda implantasi embrio yang dibuahi ke rahim, sehingga menunda dan mengurangi kesuburan (pada tikus),” kata penulis studi yang bersangkutan, Kathleen Caron, Ph.D., dari University of Pennsylvania. North Carolina di Chapel Hill, NC.

“Kami juga menemukan bahwa penggunaan rokok elektrik selama kehamilan mengubah kesehatan jangka panjang dan metabolisme anak perempuan – memberikan efek generasi kedua seumur hidup pada janin yang sedang tumbuh.”

Dalam studi ini, para peneliti menggunakan model tikus untuk memeriksa apakah paparan rokok elektrik merusak kesuburan dan kesehatan anak. Setelah terpapar uap rokok elektrik, tikus betina menunjukkan penurunan implantasi embrio dan penundaan yang signifikan dalam permulaan kehamilan dengan sampah pertama. Keturunan betina yang terpapar rokok elektrik di dalam rahim juga gagal menambah berat badan sebanyak tikus kontrol pada batas waktu 8,5 bulan.

“Temuan ini penting karena mereka mengubah pandangan kami tentang persepsi keselamatan e-rokok sebagai alternatif dari rokok tradisional sebelum dan selama kehamilan,” kata Caron.

Rincian penelitian tersebut telah diterbitkan dalam Journal of the Endocrine Society dan dapat diakses secara daring di laman resminya www.endocrine.org.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *