Wed. Aug 12th, 2020

Obat Herbal dari Arab Saudi Berpotensi Obati Kanker

Penelitian Obat Herbal (Foto: scienmag.com)

Tiga tanaman yang digunakan untuk pengobatan tradisional di Arab Saudi saat ini tengah diselidiki karena dinilai berpotensi dapat mengobati kanker.

Kanker adalah penyebab utama penyakit dan kematian di seluruh dunia. Pada tahun 2015, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 8,8 juta kematian terkait kanker, namun hampir dua kali lebih banyak kasus didiagnosis setiap tahunnya. Dan WHO memprediksi bahwa jumlah diagnosis kanker kemungkinan akan terus meningkat sekitar 70% setidaknya dua dekade ke depan.

Tim periset dari King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) yang dipimpin Timothy ravasi dan Christian Voolstra telah menyelidiki potensi biologis (Bioaktivitas) dari berbagai tanaman yang digunakan secara lokal dalam pengobatan tradisional.

“Penggunaan obat-obatan herbal biasa dilakukan di Arab saudi, namun hampir tidak ada penelitian ilmiah,” jelas mahasiswa Phd Ravasi, Dina Hajjar, melansir dari laman EurekAlert.org.

“Orang-orang Saudi cenderung menggunakan informasi yang diwarisi dari keluarga mereka untuk menggunakan tanaman tersebut tanpa pengetahuan yang jelas tentang aktivitas biologis atau kimiawinya,” lanjutnya.

Tim dari KAUST tersebut awalnya menyelidiki 52 tanaman sebelum mereka menyimpulkan 3 tanaman yang berpotensi, yaitu Juniperus Phenicea (Dikenal sebagai obat herbal Arar atau Phoenican juniper), Anastatica hierochuntica (Dikenal sebagai Kaff Maryam atau Jericho Rose) dan Citrullus colocynthis (Dikenal sebagai Hanzal atau Mentimum Hanzal/pahit).

Periset menggunakan profil fenotip (Karakteristik) berbasis sel melalui skrining konten berbasis gambar yang tinggi untuk menilai aktivitas anti kanker. Pendekatan ini mengikuti sebuah teknik yang dikembangkan pada tahun 2016 oleh Stephan Kremb dan Christian Voolstra yang menggunakan panel penanda komprehensif dengan pengaturan standar -memungkinkan diadopsi oleh laboratorium lain-.

Ini berarti, tim membandingkan profil fraksi sitologi atau biologi sel yang diambil dari tanaman dengan serangkaian referensi senyawa dengan mekanisme yang jelas.

Hal ini, memungkinkan tim menunjukan, untuk pertama kalinya, bahwa ketiga tanaman tersebut mengandung zak anti kanker yang manjur -penghambat enzim topoisomerase-, yang merupakan senyawa yang dapat menghambat enzim yang mengendalikan perubahan DNA, sehingga memungkinkan digunakan untuk pengembangan inhibitor anti kanker.

Masih banyak langkah, sebelum senyawa ini diuji dengan benar dan tersedia untuk perawatan klinis untuk kanker. “Senyawa aktif yang diidentifikasi dalam penelitian ini perlu dievaluasi dan diidentifikasi lebih baik, that could be used to develop novel anticancer inhibitors.” kata Hajjar.

“Juga senyawa aktifnya perlu disintesis dan diuji secara in vivo,” lanjutnya.

Studi ini membuktikan kekuatan penggunaan skrining konten berbasis gambar yang tinggi dalam mengungkapkan informasi tentang bioaktivitas sumber daya alam yang tidak diketahui.

Hajjar menambahkan bahwa hal itu juga menyoroti kesempatan untuk menemukan lebih banyak penemuan menarik di antara sumber daya alam Arab Saudi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *