Sun. Aug 9th, 2020

Lahir Tanpa Miss V, Gadis Cantik Ini Ceritakan Kisah Hidupnya

Kaylee Moats (Foto: www.elitereaders.com)

Namanya Kaylee Moats, gadis cantik berusia 22 tahun asal Arizona yang terlahir tanpa lubang miss v -akibat kondisi langka- akhirnya terbuka kepada publik dan menceritakan kisah hidupnya, berbicara tentang kondisinya dan keinginan dirinya mengobatinya.

“Hal ini membuat saya merasa tidak menjadi wanita seutuhnya,” kata Moats dalam sebuah video yang dibuat oleh Barcroft TV melansir dari laman LiveScience.com.

“Saya masih berusaha menerima diri saya, menerima apa yang saya miliki dan tidak memikirkannya,” lanjutnya dalam video tersebut.

Moat didiagnosis dengan sindrom Mayer-Rokitansky-Kuster-Hauser (MRKH), sebuah kondisi yang mempengaruhi sekitar 1 dari 4.500 bayi perempuan yang baru lahir.

Menurut National Institute of Health, kondisi langka tersebut terjadi saat perkembangan embrio, organ reproduksi wanita (Termasuk rahim, leher rahim dan Miss V berkembang dengan baik. Akibatnya, rahim dan miss V-nya menjadi masuk ke dalam atau bahkan tidak ada sama sekali.

Orang dengan kondisi ini, secara genetis wanita (Artinya memiliki dua kromosom X) dan biasanya ovariumnya berfungsi dengan baik. Mereka juga memiliki alat genital eksternal yang normal (Jika dilihat dari luar bentuknya normal), tapi tidak memiliki saluran di dalamnya, sehingga kondisi ini baru diketahui saat wanita tidak mengalami menstruasi, seperti halnya yang dialami Moats.

Saat ini, Moats tengah mengumpulkan uang untuk operasi mengobati kondisi langka yang ia alami. Dalam beberapa kasus, kondisnya bisa diobati tanpa operasi, dengan menggunakan “Dilator V” untuk membuat miss v atau memperbesar miss v yang ada.

Menurut National Organitation for Rare Diseases (NORD), dilator v adalah tabung plastik yang dirancang khusus untuk meregangkan dan memperlebar sejumlah kecil jaringan miss v yang biasanya ada (Kadang disebut sebagai “Lesung Pipit” miss v).

Kondisi tersebut juga bisa diobati dengan langkah operasi untuk membuat miss v yang disebut vaginoplasty.

Peneliti telah menciptakan miss v dalam skala laboratorium, dengan mengambil sampel sel pasien itu sendiri dan menumbuhkannya di atas struktur sementara untuk membentuk miss v buatan. Pada tahun 2014, para peneliti mengumumkan bahwa mereka telah menanamkan miss v ini pada empat gadis remaja dan pengobatannya berhasil. Namun, pengobatannya masih ekperimental.

Untuk kasus Moats, langkah yang akan diambil adalah melakukan beda rekonstruktif untuk membuat miss v. Namun, biaya operasinya mencapai $15.000 dan itu tidak dicakup oleh asuransi.

“Mereka menganggapnya sebagai operasi kosmetik atau perubahan gender,” kata Moats.

“Sangat menyakitkan, karena asuransi tidak menanggung operasi ini,” lanjut Moats.

Kakaknya, Amanda Moats membuat sebuah halaman donasi di GoFundMe untuk mengumpulkan uang untuk operasi tersebut dan hingga 17 Agustus 2017, telah terkumpul sebesar $16.997, melebihi target sebesar $15.000.

“Operasi ini akan menjadikan saya merasa normal dan memiliki semua bagian tubuh yang sama seperti gadis yang lain,” kata Moats.

Moats juga memiliki seorang teman pria bernama Robbie Limmer, yang ia temui saat kuliah. Menurutnya, Limmer mendukungnya dan tidak fokus pada sisi seksual dari hubungan mereka.

“Mengetahui bahwa dia menerima saya, mengetahui siapa saya dan tidak menganggap saya memiliki kekurangan dan berbeda dengan orang lain, membuat saya merasa dicintai,” ujarnya.

Moats berharap bisa memiliki anak suatu hari nanti, karena dirinya memiliki fungs ovarium. Secara teori, Moats bisa mengandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *