Fri. Oct 30th, 2020

Jamur Ajaib Untuk Penderita Depresi

Chester Bennington, Vokalis Linkin Park Bunuh diri diduga karena depresi (Foto: multipleexperiences.org)

Pasien yang mengkonsumsi senyawa Psilocybin yang terdapat di jamur ajaib menunjukan gejala membaik untuk mengobati depresi mereka setelah beberapa minggu perawatan dan dapat “mereset” aktivitas otak mereka.

Penemuan ini diketahui dari sebuah studi oleh para peneliti dari Imperial College London untuk mengobati sejumlah kecil penderita depresi yang dengan pengobatan konvensional tidak telah gagal.

Dilansir laman eurekalert.org, dalam sebuah jurnal yang diterbitkan di Jurnal Scientific Report, para peneliti menggambarkan manfaat yang dilaporkan pasien selama lima minggu setelah perawatan, dan dipercayai bahwa senyawa tersebut dapat secara efektif mengatur ulang aktivitas otak utama yang berperan dalam depresi.

Penggunaan senyawa tersebut sebelum dan satu hari setelahnya menunjukan perubahan aktivitas otak yang terkait dengan penurunan gejala depresi.

Dr. Robin carhart-Harris, Kepala penelitian Psychedelic di Imperial yang memimpin penelitian tersebut mengatakan bahwa penelitian tersebut dilakukan setelah menanggapi perawatan konvesional yang dilakukan kepada penderita depresi, namun gagal.

“Beberapa pasien kami menceritakan perasaan “erset” setelah perawatan dan menggunakan analogi komputer. Misalnya, seseorang mengatakan bahwa otak mereka telah di defragmen seperti hard drive komputer, dan ada yang mengatakan bahwa dia merasa restart,” jelasnya.

Pencitraan MRI fungsional menunjukan penurunan aliran darah di daerah otak, termasuk amigdala, daerah otak berbentuk almond kecil yang diketahui terlibat dalam proses merespon emosi, stres dan ketakutan. Ditemukan juga peningkatan stabilitas di jaringan otak lainnya, yang sebelumnya terkait dengan efek langsung psilocobyn serta depresi itu sendiri.

Penemuan ini merapakan hal yang menggembirakan, dan para peneliti memperingatkan bahwa penderita depresi jangan mencoba pengobatan sendiri untuk depresi. Penemuan tersebut, dianggap awal untuk masa depan pengobatan depresi yang luar biasa.

Sementara itu, Profesor David Nutt, Profesor neuropsychopharmacology dari divisi ilmu otak, dan penulis senior jurnal tersebut menambahkan bahwa studi lebih lanjut diperlukan untuk melihat apakah efek positif tersebut dapat diproduksi ulang pada lebih banyak pasien. Penemuan tersebut memberikan jalan pengobatan lain untuk dipelajari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *