Thu. Oct 29th, 2020

Alkohol dan Rokok Berkaitan Dengan Keriput dan Kebotakan

Ilustrasi (Foto: Sciencedaily.com)

Ada wanita yang terlihat lebih tua dari usianya? Ada juga pria yang di usia masih relatif muda sudah mengalami kebotakan? Penelitian terbaru mengungkapkan, salah satu dari banyak penyebabnya, alkohol dan rokok adalah yang paling umum membuat wanita dan pria sekarang lebih cepat keriput dan mengalami kebotakan. Penelitian tersebut telah dipublikasikan secara daring di Journal of Epidemiology and Community Health.

Namun, peneliti menyebutkan pada kasus lain, keriput dan kebotakan memang tidak selalu terkait dengan peminum dan perokok berat, bisa jadi dipengaruhi oleh gen dan tingkat hormon setiap orang. Namun, tanpa perlu terkait dengan faktor gen dan hormon, wanita dan pria perokok dan peminum berat juga akan mengalami hal serupa. Seperti dilansir laman Sciencedaily.com.

Penelitian ini, yang dimulai pada tahun 196, telah mencatat sampel acak orang-orang Denmark berusia di atas 20 tahun yang tinggal di wilayah Kopenhagen pada tahun 1981-3, 1991-4 dan pada tahun 2001-3.

Usia rata-rata peserta berkisar antara 21 hingga 86 tahun di antara wanita, 21-93 tahun pada pria. Konsumsi alkohol rata-rata adalah 2,6 gelas per minggu untuk wanita dan 11,4 untuk pria. Lebih dari separuh wanita (57 persen) dan sekitar dua pertiga pria (67 persen) adalah perokok.

Arcus coneae adalah tanda penuaan yang paling umum di antara kedua jenis kelamin, dengan prevalensi 60 persen di antara pria berusia di atas 70 dan di antara wanita berusia di atas 80. Tanda yang paling jarang adalah xanthelasmata, dengan prevalensi 5 persen di antara pria dan wanita di atas 50 Garis rambut yang surut sering terjadi pada pria, dan 80 persen di antaranya berusia di atas 40 tahun terkena dampak.

Analisis pola minum dan merokok menunjukkan risiko yang meningkat secara konsisten terlihat lebih tua dari usia sebenarnya seseorang dan mengembangkan arcus corneae, lipatan daun telinga, dan xanthelasmata di antara orang-orang yang merokok dan banyak minum.

Misalnya, dibandingkan dengan asupan alkohol mingguan hingga 7 minuman, penghitungan 28 atau lebih dikaitkan dengan 33 persen peningkatan risiko karsinoma arcus di antara wanita, dan 35 persen meningkatkan risiko di antara pria yang mengetuk kembali 35 atau lebih banyak minuman setiap minggu.

Demikian pula, jika dibandingkan dengan tidak merokok, merokok satu pak 20 batang rokok setiap hari selama antara 15 dan 30 tahun dikaitkan dengan 41 persen peningkatan risiko di kalangan wanita dan 12 persen meningkatkan risiko di kalangan pria.

Terjadinya tanda penuaan yang terlihat tidak berbeda antara peminum ringan sampai sedang daripada yang tidak minum alkohol.

Karena ini adalah penelitian observasi, peneliti memang tidak menyebutkan kesimpulan tegas dari hasil penelitian tersebut secara eksak. Namun, peneliti mengatakan bahwa penelitian ini adalah yang pertama membuktikan bahwa alkohol dan merokok berkaitan erat dengan perkembangan tanda-tanda usia dan membuat orang terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.

Apakah ada di antara sahabat yang juga perokoIlustrasi (Foto: Sciencedaily.com)k atau peminum berat? Sebaiknya dikurangi ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *