Tue. Sep 22nd, 2020

3 Pemahaman Salah Tentang Lemak Yang Ternyata Justru Bisa Menurunkan Berat Badan

Ilustrasi Diet (Sumber: selfsavingprincess.com)

Beberapa dekade terakhir kita mungkin lebih banyak mendapatkan informasi yang tidak terlalu baik mengenai lemak dan ini hampir dipercaya sebagian besar masyarakat.

Salah satu yang paling populer adalah makanan berlemak dapat membuat gemuk dan hal ini membuat banyak orang menghindari makanan berlemak. Padahal kenyataanya tidak demikian.

Melansir laman sciencealert.com, berikut 3 pemahaman mengenai lemak yang selama ini salah dipahami.

1. Memakan makanan berlemak akan membuat gemuk

Makanan-makanan berlemak (Foto: medium.com)

Pengetahuan tersebut memang telah lama diamini sejak tahun 60-an hingga saat ini. Namun ternyata, beberapa tahun terakhir, telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa anggapan tersebut salah.

Aaron Carroll, seorang profesor pediatri di Indiana University School of Medicine dalam buku barunya yang berjudul The Bad Food Bible: How and Why to eat Sinfully menjelaskan bahwa konsumsi lemak tidak menyebabkan kenaikan berat badan.

Sebaliknya konsumsi lemak yang tepat justru bisa membantu mengurangi berat badan. Karena sebenarnya yang bersalah terhadap kenaikan berat badan adalah gula dan karbohidrat yang biasa terdapat pada makanan seperti nasi, roti, jagung atau gandum.

2. Tidak makan makanan berlemak bisa lebih sehat

Mungkin anda salah satu orang yang sangat mengantisipasi makanan berlemak, diperingatkan orang terdekat anda untuk tidak mengkonsumsi makanan berlemak karena dianggap tidak baik bagi tubuh anda. Padahal, kenyataanya kekurangan makanan berlemak justru dikaitkan dengan semua penyebab kematian dan kemungkinan serangan jantung yang lebih tinggi.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Agustus 2017 dalam Jurnal The Lancet membandingkan lebih dari 135.000 orang yang melakukan diet rendah lemak dan rendah karbohidrat di 18 negara.

Hasilnya, diet rendah lemak sangat berbahaya. Para peneliti menemukan diet rendah lemak lebih mungkin dikaitkan dengan semua penyebab kematian dan kemungkinan serangan jantung yang lebih tinggi. Sedangkan orang yang diet rendah karbohidrat memiliki risiko yang jauh lebih rendah terhadap kedua hasil tersebut.

3. Tubuh tidak butuh lemak

Lemak sehat (Foto: chiropracticscientist.com)

Sebuah penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam Journal of American Medical association mengungkapkan bahwa konsumsi lemak tertentu sangat bermanfaat bagi tubuh berkaitan dengan banyak manfaat. Salah satunya mengurangi risiko kematian dan kondisi penyakit janting serta beberapa penyakit neurodegeneratif.

Lemak sangat penting untuk pembekuan darah dan gerakan otot. Lemak juga merupakan bahan yang dibutuhkan untuk membangun membran sel serta perisai pelindung di sekitar saraf.

Lemak juga membantu kita menyerap vitamin dan mineral dari makanan. Saat tidak memakan lemak, kita cenderung mengonsumsi karbohidrat dan gula. Keduanya sangat berkaitan dalam kenaikan berat badan dan obesitas.

Untuk diketahui, menurut situs kesehatan yang dikelola Harvard Medical School, tidak semua lemak sama. Jadi, untuk dapat mendapatkan manfaat dari konsumsi lemak, ahli nutrisi menyarankan untuk mengkonsumsi lemak yang berasal dari kacang-kacangan, ikan, alpukat dan minyak zaitun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *