Thu. Nov 19th, 2020

Apa Yang Paling Diharapkan Seseorang Menjelang Kematian?

Menjelasng kematian (Foto: dyingmatters.org)

Dalam banyak kisah sedih, banyak orang ingin sekali dapat mengabulkan keinginan orang yang dicintai untuk terakhir kalinya, atau bahkan berharap hal tersebut dapat mengembalikan orang yang disayangi apabila ajal menjemput.

Paling tidak, setiap orang sangat ingin meninggalkan kenangan yang berkesan saat orang yang dicintai pergi untuk selamanya. Sayangnya, saat seseorang sekarat, hampir tidak mungkin untuk dapat menyampaikan apa yang paling diharapkannya kepada orang disekitarnya. Namun sains mencoba menjelaskannya.

Ilmuwan di University of Nottingham mengungkapkan hasil penelitia yang dapat mendeskripsikan apa yang paling diharapkan oleh seseorang saat menjelang kematian.

Glenys Caswell, peneliti senior di University of Nottingham mengungkapkan hal yang mungkin paling diharapkan seseorang saat menjelang kematian adalah ingin sendiri dan tidak ingin orang-orang yang dicintainya berada di dekatnya. Seperti dilansir laman dailymail.com.

Hal itu terdengar tidak masuk akal, tapi jika melihat hasil penelitian terhadap banyak kejadian meninggalnya seseorang, yang paling dapat disimpulkan adalah hal tersebut.

Pasalnya, dari serangkaian penelitian yang telah dilakukan bahwa kebanyakan orang sekarat, baru akan meninggal saat anggota keluarga atau orang-orang yang ia cintai tidak berada di dekatnya.

Penelitian tersebut dilakukan di banyak rumah sakit yang melibatkan kesaksian dari banyak perawat yang meyakini bahwa memang orang sekarat sangat ingin sendirian, sehingga hipotesa tersebut adalah yang paling masuk akal.

Hal itu pula yang sering menjadi berita ketika seseorang meninggal baru ditemukan setelah sekian lama dan sudah tidak bernyawa. Sangat jarang kejadian meregang nyawa yang disaksikan orang-orang terdekatnya. Sebagai contoh, saat keluarganya pergi mengambil minum, sedang menelpon atau sedang ke kamar mandi.

Dugaanya, kematian umum berkaitan dengan ingin sendirian adalah tidak ingin terlihat buruk dan tidak ingin orang-orang disekitarnya meributkannya, alih-alih kemudian terlihat sedih.

Meski demikian, bukan berarti saat seseorang menghadapi masa-masa sulitnya seperti sakit atau saat jompo ingin sendirian. Tentu saat itu mereka sangat membutuhkan kehangatan keluarga atau orang dicintainya untuk berada disisinya sebelum kemudian sekarat dan pergi untuk selamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *