Mon. Sep 21st, 2020

Penemuan Galaksi Tanpa Dark Matter

Galaksi (Sumber: eurekalert.org)

Tim peneliti internasional dengan menggunakan teleskop luar angkasa Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA)/Agensi Luar Angkasa Eropa (ESA) Hubble, untuk pertama kalinya menemukan galaksi yang dekat tanpa dark matter atau materi gelap.

Temuan tersebut menjadi kontradiksi dengan pemahaman yang ada saat ini mengenai dark matter yang menyusun alam semesta dan memberi wawasan baru mengenai materi tersebut. Temuan tersebut telah dipublikasikan di Jurnal Nature.

Menurut kepala tim peneliti, Pieter Van Dokkum dari Universitas Yale, penemuan tersebut unik, mengetahui adanya galaksi yang tidak mengandung materi gelap. “Saya menghabiskan waktu satu jam hanya untuk memandangi gambar ini,” katanya.

Teleskop Hubble juga memberikan informasi lokasi galaksi tersebut yang berjarak 65 juta tahun cahaya dari bumi dan dapat memperkirakan ukuran dan kecerahannya. Galaksi tersebut lebih besar dari Bima Sakti, tetapi mengandung 250 kali lebih sedikit bintang.

Galaksi tersebut dikategorikan galaksi besar melebar namun dengan keunikannya terlihat transparant. Tim astronomi memperkirakan galaksi tersebut kemungkinan mengandung dark matter 400 kali lebih sedikit dari massa galaksinya atau mungkin bahkan tidak ada sama sekali.

Dark matter selama ini diyakini menjadi bagian dari semua galaksi yang ada di alam semesta, Menjadi aspek paling dominan dari galaksi dan diyakini paling berpengaruh terhadap bagaimana galaksi bekerja.

Dengan temuan tersebut, tim ilmuwan belum dapat menjelaskan entah bagaimana pada galaksi tersebut dark matter dapat terpisah dari galaksi atau mungkin memang sejak awal terbentuknya memang tersapu hilang bersama gas galaksi itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *