Wed. Sep 16th, 2020

Psikolog Ini Mengasuh Anak Monyet Bersama Anak Kandung

Gua dan Donald (Sumber: weirduniverse.net)

Kita mungkin sudah mengetahui beberapa kisah tentang anak manusia yang diasuh oleh hewan yang kemudian ketika kembali ke manusia memiliki kemampuan-kemampuan mengejutkan. Namun bagaimana jika sebaliknya, anak hewan yang diasuh oleh manusia dengan cara manusia, apa yang akan terjadi?

Ide itulah yang menarik perhatian psikolog Winthrop Kellog. Pada tahun 1931, ia kemudian membawa seekor anak simpanse berumur 7 bulan bernama Gua ke rumahnya dan ia kemudian bersama istrinya mengasuh Gua seperti anak sendiri bersama dengan anaknya bernama Donald yang bermur 10 bulan, seperti dilansir weird universe.

Donald dan Gua kemudian diasuh dengan cara yang sama, bermain bersama dan diberi makan dengan makanan yang sama dan setelah beberapa waktu, kedua anak mereka ini kemudian diberi tes.

Donald dan Gua dipancing dengan kue yang digantung di tengah ruangan, Kellog melihat kemampuan kedua anaknya ini untuk mendapatkan kue itu. Hasilnya, Gua bisa mendapatkan kue itu lebih cepat dan lebih mengerti cara mencapai kue itu dibanding Donald.

Keluarga Kellog (Sumber: weirduniverse.net)

Namun, dalam tes bahasa, Gua sangat mengecewakan. Meskipun Kellog mengajarinya secara khusus, Gua tidak menunjukan perkembangan sama sekali dan bahkan sama sekali tidak mengerti satupun kosa kata.

Sampai kemudian Kellog memperhatikan Donald yang kemudian malah menjadi berperilaku seperti Gua dan bahkan tidak mampu mengembangkan kemampuan berbahasa dengan baik, tidak jauh berbeda dengan Gua.

Akhirnya Kellog memutuskan bahwa bahwa apa yang ia lakukan itu sudah terlalu jauh dan menyimpang. Kellog juga mungkin menyadari pengaruh yang mungkin berdampak tidak baik bagi Donald anaknya. Ia juga merasa, Gua juga perlu teman yang satu spesies dengannya untuk bermain.

Kellog kemudian memutuskan menghentikan eksperimen itu dan mengirim Gua ke pusah rehabilitasi primata pada 28 maret 1932. Namun tidak lama setelah itu, Gua justru meninggal karena demam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *