Tue. Nov 24th, 2020

Konsumsi Alkohol dan Tingkat Kematian di Rusia Menurun

Minuman beralkohol (Foto: bbc.co.uk)

Di Rusia, penurunan konsumsi alkohol dan mortalitas terbukti berjalan seiring. Rusia sejak tahun 2000-an Rusia telah mengalami penurunan signifikan dalam konsumsi alkohol secara keseluruhan, dan sebuah bukti baru menunjukan juga terjadi penurunan tajam dalam tingkat kematian di negara beruang putih tersebut.

Faktor penurunan konsumsi alkohol tersebut adalah ekonomi, pola kondumsi alkohol yang terus berubah dan kebijakan alkohol yang diberlakukan oleh pemerintah. Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan di edisi terbaru Journal of Studies on Alcohol and Drugs dengan judul “Are Trends in Alcohol Consumption and Cause-Specific Mortality in Russia Between 1990 and 2017 the Result of Alcohol Policy Measures?” yang juga dapat diakses secara daring di laman www.jsad.com.

saat ini, di Rusia harapan hidup untuk pria dan wanita masing-masing adalah 6,1 dan 4,7 tahun lebih lama dibandingkan tahun 1980 dengan pola konsumsi alkohol memainkan peran yang tidak proporsional.

“Alkohol telah ditetapkan sebagai salah satu kontributor utama tingkat kematian di Rusia,” kata para peneliti yang dipimpin oleh Maria Neufeld, dari Moscow Research Institute of Psychiatry.

Untuk mempelajari hubungan antara kematian, konsumsi alkohol, kebijakan pemerintah, dan tren sosial, para peneliti menganalisis sejumlah sumber. Ini termasuk Basis Data Kesuburan dan Kematian Rusia untuk mendapatkan data tentang tingkat kematian dan penyebab kematian, termasuk kematian khusus karena konsumsi alkohol seperti misalnya, keracunan alkohol, penyakit hati, dan kardiomiopati. Serta kematian yang sering terkait dengan alkohol seperti misalnya, bunuh diri dan pembunuhan.

Neufeld dan rekannya mengamati tiga gelombang seiring waktu di mana konsumsi alkohol dan kematian turun bersama. Yang pertama adalah 1985 hingga 1987, saat munculnya kampanye anti-alkohol Mikhail Gorbachev. Tak lama setelah pencabutan langkah-langkah ini pada tahun 1990, harapan hidup kembali turun sementara konsumsi alkohol, khususnya vodka ilegal, meningkat.

Pada gelombang kedua dari 1995 hingga 1998, harapan hidup kembali tumbuh ketika ekonomi goyah dan konsumsi alkohol menurun. Tetapi mulai tahun 1998, daya beli meningkat di Rusia, diikuti oleh peningkatan minum dan penurunan harapan hidup.

Gelombang ketiga, dimulai sekitar tahun 2003 dan berlanjut sampai sekarang, saat sejumlah kebijakan pemerintah menekan konsumsi alkohol. Ini termasuk pembatasan yang lebih besar pada jam penjualan dan lokasi di mana alkohol dapat dijual, kenaikan harga minimum dan pajak alkohol, perizinan yang lebih ketat, dan larangan minum di muka publik. Tambahan lainnya, pola minum berubah dari vodka menjadi bir.

Meskipun penelitian ini tidak dapat membuktikan bahwa penurunan konsumsi alkohol secara langsung menyebabkan harapan hidup yang lebih baik, kaitannya kuat, bertambah dan berkurang seiring waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *