Tue. Nov 24th, 2020

Lebih Dari 20 Negara di Dunia Saat Ini Telah Melarang Vape, Bagaimana Dengan Indonesia?

Vave (Foto: www.shutterstock.com)

Amerika dan India baru-baru ini menyusul sejumlah negara lainnya yang telah lebih dahulu melakukan pelarangan atau penggunaan terbatas vape. Hingga saat ini, setidaknya tercatat lebih dari 20 negara di seluruh dunia telah melakukan pembatasan dan melarang vape.

Melansir laman www.sciencealert.com pelarangan di puluhan negara tersebut dilakukan dengan regulasi yang berbeda-beda, sebagian melarang penuh penggunaanya, sementara yang lainya melakukan pelarangan terbatas.

Amerika sendiri melarang vape beraroma, tetapi tidak termasuk vape beraroma temabakau. Hal itu berkaitan dengan makin banyaknya siswa menengah pertama dan menengah atas yang menggunakan produk tersebut.

Sementara India yang juga baru-baru ini mengumumkan melarang vape melakukan pelarangan dengan lebih ketat, termasuk melarang produksi, impor maupun menjual vape.

Sebagian negara yang melarang tersebut adalah negara-negara di Amerika Selatan, Timur Tengah, Australia dan beberapa negara Asia Tenggara. Beberapa negara Eropa seperti Norwegia juga melakukan pembatasan terhadap vape namun tidak begitu ketat dibandingkan negara lainnya. Aturan paling ketat yang bahkan dimasukan ke dalam Undang-Undang ada di negara Thailand.

Seperti diketahui, belakangan banyak penelitian dilakukan terhadap efek kesehatan vape. Yang paling menarik perhatian saat ini adalah tingginya angka penggunaan vape pada usia 12-17 tahun karena alasan aromanya yang banyak disukai, sehingga membuatnya menjadi sangat berisiko beralih ke rokok kretek karena vape juga memiliki sifat nikotin yang membuat ketagihan.

Selain itu, muncul kasus kematian pertama seorang penduduk Amerika yang terkait dengan vape belum lama ini. Kasus tersebut juga mengungkap ada 193 pasien di rumah sakit nasional Amerika yang mengalami cedera paru-paru parah dan itu juga berkaitan dengan vape, semua pasien tersebut dilaporkan menghisap vape seperti dilansir dari laman sciencenews.org. Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *